-->

Vitamin Kriting dan bule pada cabe

Vitamin Kriting dan bule pada cabe
Stimulan Hormon untuk tanaman cabe

Senin, 24 Maret 2008

MERAIH SURGA DENGAN BIRRUL WALIDAIN

Allah subhanahu wata'ala berfirman, Artinya, "Dan bersegeralah kamu kepada
ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa". (QS. Ali Imron: 133)

Dan dalam ayat lain berfirman, artinya, "Dan untuk yang demikin itu
hendaknya orang berlomba-lomba. " (QS. al-Muthaffifin: 26)

Dan dalam ayat lain Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam surat, Artinya,

"Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja."
(QS. ash-Shaffat: 61)

Dalam ketiga ayat ini Allah subhanahu wata'ala memerintahkan hamba-hamba- Nya

untuk berlomba-lomba dan bersegera dalam mendapatkan Jannah (surga) Nya,

Ada beberapa jalan untuk meraih Jannah, dan di antara jalan-jalan itu adalah

Birrul Walidain (ta'at kepada orang tua). Cukup banyak ayat-ayat al-Qur'an
yang menerangkan tentang itu. Bahkan dalam beberapa ayat, Allah subhanahu
wata'ala merangkaikan ketaatan kepada orang tua dengan beribadah kepada-Nya.

Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Sembahlah Allah dan janganlah
kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua
orang ibu-bapak,." (QS. an-Nisa: 36)

Dan juga Dia subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. " (QS. al-Isra: 23)

Diulang-ulangnya ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan
dirangkaikannya ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah
subhanahu wata'ala menunjukkan tentang keutamaan 'Birrul Walidain' (berbakti

kepada orang tua). Hal ini juga didukung dengan beberapa hadits Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam yang menerangkan tentang keutamaan 'Birrul
Walidain', di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
radhiyallahu 'anhu, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, lalu bertanya, "Ya Rasulullah! Siapakah manusia yang
paling berhak aku pergauli dengan baik? "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam menjawab, "Ibumu". Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Ibumu" Dia bertanya lagi, "Kemudian
siapa?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Ibumu". Dia
bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
menjawab, "Bapakmu". (HR. Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa
ash-Shilah)

Dan dalam hadits lain disebutkan, artinya, "Seorang laki-laki datang kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta ijin kepadanya untuk ikut
berjihad. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya,
"Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Dia menjawab, "Ya". Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya, "Berjihadlah (dengan
berbakti) pada keduanya." (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr
wa ash-Shilah)

Keutamaan 'Birrul Walidain' yang lain adalah bahwa hal itu merupakan sifat
para Nabi'alaihimussalam . Allah subhanahu wata'ala mengisahkan tentang Nabi
Ibrahim 'alaihissalam dalam firman-Nya, artinya, "Ibrahim berkata, "Semoga
keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada
Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku." (QS. Maryam: 47). Juga
pujian Allah subhanahu wata'ala kepada Nabi 'Isa 'alaihissalam, artinya,
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku sebagai seorang
yang sombong lagi celaka." (QS. Maryam: 32 )

Itulah sirah dan sikap para Nabi 'alaihimussalam kepada orang tua mereka,
dan jalan mereka itulah jalan yang lurus/ shirathal mustaqim, yang selalu
kita minta dalam setiap shalat kita. Dan inilah salah satu jalan untuk
meraih surga. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa berbuat baik kepada

keduanya bukan berarti kita harus melaksanakan semua perintah mereka. Allah
subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,

maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan
baik, dan ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya
kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan." (QS. Luqman:15)

Sa'ad bin Waqqoshradhiyallahu 'anhuberkata, "Diturunkan ayat ini (QS.
Luqman: 15) berkaitan dengan masalahku. Dia berkata, "Aku adalah seorang
yang berbakti kepada ibuku, maka tatkala aku masuk Islam, dia berkata,
"Wahai Sa'ad apa yang aku lihat dengan apa yang baru darimu?" "Tinggalkan
agama barumu itu kalau tidak, aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati

sehingga kamu dicela dengan sebab kematianku dan kau akan dipanggil dengan
wahai pembunuh ibunya". Maka aku katakan kepadanya, "Jangan kau lakukan
wahai ibuku, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan agamaku ini untuk
siapa saja". Maka dia (ibu Sa'ad) diam, tidak makan selama sehari semalam,
maka dia kelihatan sudah payah. Kemudian dia tidak makan sehari semalam
lagi, maka kelihatan semakin payah. Maka tatkala aku melihatnya aku berkata
kepadanya, "Hendaklah kau tahu wahai ibuku, seandainya kau memiliki seratus
nyawa, dan nyawa itu melayang satu demi satu, maka tidak akan aku tigggalkan

agama ini karena apapun juga, maka kalau kau mau makan makanlah , kalau
tidak maka jangan makan". Lantas diapun makan." (Tafsir Ibnu Katsir)

Allah subhanahu wata'ala menyediakan balasan/ pahala yang besar bagi siapa
yang taat pada orang tuanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, artinya, "Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka
Allah tergantung pada murka orang tua." (HR Tirmidzi kitab al-Birr wa
ash-Shilah, dishahihkan oleh al-Albany). Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu
berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
"Apakah perbuatan yang paling utama?" Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam menjawab, "Iman kepada Allah dan RasulNya". "Kemudian apalagi?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Berbuat baik kepada Orang

tua." Kemudian apalagi?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,
"Berjuang di jalan Allah." (HR. Bukhari kitab al-Hajj dan Muslim bab Bayan
kaunil iman billah min afdhailil a'mal)

Dan pahala yang besar ini tidak mudah diperoleh kecuali dengan melaksanakan
kewajiban-kewajiban kepada orang tua kita. Ada beberapa kewajiban kita
terhadap orang tua, di antaranya:

Yang pertama: Berbuat baik kepada keduanya baik dengan perkataan atau
perbuatan. Allah subhanahu wata'ala berfirman, Artinya, "Maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "Ah", dan janganlah kamu

membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS:
al-Qur'an-Isro: 23)

Yang kedua: Rendah hati terhadap keduanya. Allah subhanahu wata'ala
berfirman, Artinya, "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan
penuh kesayangan". (QS: al-Isro: 24)

Yang ketiga: Mendoakan keduanya baik semasa hidupnya ataupun sesudah
meninggalnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman, Artinya, "Dan ucapkanlah,
Wahai Tuhanku kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah
mendidik aku waktu kecil." (QS: al-Isro: 24)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila anak Adam
mati maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah
atau ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya. " (HR. Muslim
kitab al-Washiyyah)

Yang Keempat: Mentaati keduanya dalam kebaikan. Allah subhanahu wata'ala
berfirman, Artinya, "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan
dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu , maka janganlah

kamu mengikuti keduanya , dan pergaulilah keduanya dengan baik". (QS:
Luqman: 15)

Yang Kelima: Memintakan ampun bagi keduanya sesudah meninggal, yaitu apabila

meninggal dalam keadaan Islam. Allah subhanahu wata'ala berfirman
menceritakan tentang nabi Ibrahim 'alaihissalam Artinya, "Ya Tuhan kami beri

ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mu'min pada hari
terjadinya hisab/ kiamat". (QS Ibrohim: 41)
Juga firman-Nya tentang Nabi Nuh 'alaihissalam, Artinya, "Ya Tuhanku
ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan
semua orang beriman laki-laki dan perempuan." (QS: Nuh: 28)

Yang Keenam: Melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya, selama tidak
bertentangan dengan syari'at. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
membenarkan ucapan seorang wanita yang berpendapat hutang ibunya wajib
dilunasi, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menambahkan bahwa
hutang kepada Allah subhanahu wata'ala berupa shaum nadzar lebih berhak
untuk dilunasi.

Yang Ketujuh: Menyambung tali kekerabatan mereka berdua, seperti: Paman dan
bibi dari kedua belah pihak, kakek dan nenek dari kedua belah pihak.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik
hubungan/ silaturahim adalah hubungan/ silaturohim seorang anak dengan teman

dekat bapaknya." (HR. Muslim kitab al-Qur'an-birr wash shilah).

Yang Kedelapan: Memuliakan teman-teman mereka berdua. Rasulullah shallallahu

'alaihi wasallam memuliakan teman-teman istrinya tercinta Khadijah
radhiyallahu 'anha, maka kita muliakan pula teman-teman istri kita. Dan
teman-teman orang tua kita lebih berhak kita muliakan, karena di dalamnya
ada penghormatan kepada orang tua kita.

Semoga Allah subhanahu wata'ala tidak menjadikan kita semua termasuk
orang-orang yang mendapati masa tua orang tuanya, namun kita tidak bisa
berbuat baik kepadanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu
jalan untuk meraih surga.
(disarikan dari beberapa ferensi, oleh: Ust. Ahmad Fadhilah Mubarak)

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah
dengan menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang belum
mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326.

Tidak ada komentar: