-->

Vitamin Kriting dan bule pada cabe

Vitamin Kriting dan bule pada cabe
Stimulan Hormon untuk tanaman cabe

Senin, 24 Maret 2008

2009, Bandar Udara Bertaraf Internasional Dibangun di Halbar

Tahap Pertama Telan Dana APBN Rp 200 Miliar
JAILOLO – Jika tak ada aral melintang, tahun 2009 mendatang Pemkab Halbar punya fasilitas bandara udara. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Halbar, Dr Anwar Hasyim saat ditemui kemarin mengatakan, pembangunan bandar udara itu dipusatkan di sekitar pertigaan Desa Boso Kecamatan Jalsel dan Desa Bobaeigo.
Untuk mempermulus rencana itu, tim teknis beserta konsultan dari Departemen Perhubungan telah melakukan survey di lapangan menyangkut dengan persyaratan kelayakan pembangunan bandara. Meskipun hasilnya baru akan dipresentasikan pada Kamis (7/6) besok, Anwar sangat yakin bahwa tim akan merekomedasikan sangat layak untuk dibangun bandara. Sebab dari hasil itu survey itu, tekanan dan struktur tanah maupun tekanan angin telah memeuhi syarat dan layak untuk dibangun sebuah bandar udara. “Nanti Kamis lusa (besok, red) akan dipresentasikan hasil surveinya. Tapi mereka bilang lokasi itu cocok untuk dibangun bandara, karena dari struktur tanah dan tekanan udara sudah memenuhi syarat,” terang Anwar sedikit membuka hasil survey tim teknis itu. Di Halbar, lanjut Anwar, sudah saatnya dibangun sebuah bandar udara. Menurut dia, hal ini merupakan sebuah peluang mengingat letaknya yang tidak berjauhan dengan ibukota Propinsi di Sofifi nanti. Sebab bandara udara tersebut merupakan satu-satunya akses transportasi udara yang strategis karena bisa menghubungkan beberapa kabupaten termasuk Haltim, Tikep dan Halut. “Kalau Propinsi pindah ke Sofifi kan lebih dekat karena jaraknya sekitar 7-8 kilo saja. Dan ini peluang bagi Halbar kalau tidak sekarang kapan lagi,” katanya.
Target utama pemkab saat ini adalah untuk mengejar SK Menhub tentang penetapan lokasi pembangunan bandara. Sebab kata dia direncanakan pemerintah akan membangun kurang lebih 48 bandar udara di sejumlah Kabupaten. “Target kita yang penting bisa mengejar keluarnya SK penetapan lokasi pembangunan dan dari 48 itu Halbar masuk di dalamnya,” terang Anwar.
Dia menambahkan bahwa pembangunan Bandara udara ini seluruhnya dibebankan kepada APBN. Namun untuk pembebasan lahan merupakan tanggungjawab Pemerintah daerah. “Untuk tahap pertama saja alokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar, diperkirakan untuk sebuah bandara berskala internasional dibutuhkan sekitar Rp 30 triliun,” jelasnya. Lantas berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara ini ? ditanya demikian Anwar menyebutkan total lahan yang dibutuhkan adalah seluas 300 ha, sebab kata dia bandar udara yang akan dibangun ini targetnya tetap akan dijadikan bandara udara bersakala internasional. “Karena saya mau itu landasan pacunya itu 4 kilo jadi pesawat berbadan besar bisa landing. Dan tahun 2011 adalah tahun penerbangan perdana di bandara itu,” terangnya optimis.
Dibangunnya bandara berskala internasional ini, sebab menurut dia bandara udara Babullah di kota Ternate sendiri tidak dimungkinkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi bandara udara internasional. Mengingat bandara tersebut berada di bawah salah satu gunubg merapi yang masih aktif dan rawan akan gempa. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah bandara yang dibangun di daerah yang jauh dari kerawanan gempa. “Dan itu cocok di bangun di Halbar,” terangnya. Begitupun juga dengan eks bandara udara Kuli Pasai yang ada di desa akediri Kecamatan Jailolo itu sendiri. Menurutnya hasil survey tim teknis lokasi teersebut tidak cocok untuk dibangun sebuah bandara bersakala internasional mengingat kondisi tanah yang adadi bawahnya merupakan tanah Lumpur. “Kalau dibangun kedepan itu akan dia retak, dan pesawat berbadam besar ttidak akan bisa mendarat,” akuinya.
Oleh karenanya, dia meminta kepada seluruh komponen agar mendukung program pemerintah tersebut. Sebab dengan adanya bandara ini tentu kedepan yang akan menikmati sarana tersebut adalah masyarakat Halbar sendiri. “Saya bangun bandara ini bukan untuk Kadis perhubungan, tapi ini semata-mata untuk masyarakat Habar,” harap Anwar. (m2)

1 komentar:

broken mengatakan...

anda mengatakan kalau 2011 akan menjadi penerbangan perdana di bandara tersebut tapi sampai skrng saya tidak melihat atau mendengar adanya penerbangan ? bahkan pembangunan bandara pun saya belum melihat kalau sudah ada pembangunannya ?
apakah anda bisa menjelaskannya ????